toggle
plus minus gleich
English Indonesian

BERITA KARET JANUARI 2017

  1. Pemerintah Mulai Uji Coba Pemanfaatan Karet Alam
  2. Sumsel Target Peremajaan 1.600 ha Kebun Karet
  3. Yen Terus Tertekan Dolar, Karet Melejit
  4. Kabupaten Barito Utara Dukung Uji Coba Aspal Karet
  5. Tahun Depan, Sumsel Remajakan 1.600 Ha Tanaman Karet Rakyat
  6. AETS Diharapkan Berlanjut
  7. Tak Terima Pabrik Karet Ditutup, PT BNM Gugat Bupati Mojokerto
  8. 2017, Momentum Jambi Membangkitkan Karet
  9. Dollar, Saham Membukukan Gain Tahunan, Minyak Bumi Pemenang Terbesar
  10. ITRC Dorong Skema Manajemen Pasok

----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Pemerintah Mulai Uji Coba Pemanfaatan Karet Alam

Indonesia mulai menerapkan kesepakatan tiga negara International Tripartite Rubber Council (ITRC) untuk meningkatkan konsumsi domestik karet alam melalui uji coba pemanfaatan karet alam untuk campuran aspal. Uji coba campuran beraspal karet alam dilakukan di Jl. Raya Sukabumi (Ruas Ciawi-Benda Km. 12), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 1 Desember 2016 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA).

“Sejak komitmen bersama yang dicanangkan 2015 silam, Pemerintah Indonesia sepakat memanfaatkan karet alam secara masif, khususnya dalam pembangunan infrastruktur domestik yang dibiayai APBN," ujar Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Nurlaila Nur Muhammad, di Jakarta, (4/12/2016).

Uji coba merupakan implementasi komitmen bersama, yang dinyatakan pada 9 April 2015 oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian PU-PERA, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, dan BPPT serta didukung asosiasi.

"Kita ingin mengimplementasikan gagasan domestic demand creation. Gagasan tersebut disepakati tiga negara anggota ITRC (Thailand, Indonesia, dan Malaysia) pada pertemuan tingkat menteri di Kuala Lumpur, Malaysia, Nopember 2014. Meningkatnya konsumsi domestik maupun global akan menjaga keseimbangan supply-demand agar harga stabil," ujar Nurlaila.

Demo pengaspalan dilakukan sepanjang 200 m di satu sisi ruas Ciawi-Benda selebar 3,5 m dengan ketebalan 4 cm. Rencananya akan dilakukan uji coba skala penuh sepanjang 4,2 km. Campuran aspal yang digunakan merupakan jenis karet alam cair (lateks) sebanyak 7% dan aspal yang digunakan untuk uji coba skala penuh seberat 200 ton. Diperkirakan menyerap karet alam sebanyak 840 kg. Pencampuran karet alam ke dalam aspal bermanfaat membuat jalan lebih tahan cuaca dan beban. Kinerja akan dimonitor paling sedikit dalam dua musim (kemarau dan hujan) dan evaluasi dilakukan selama dua tahun.

“Kemendag optimis dengan sinergi antarinstansi, bahwa penggunaan karet alam domestik pada produk berbasis karet alam meningkat, maka permintaan akan karet alam juga ikut meningkat sehingga produksi yang 85% berasal dari petani mampu diserap dan petani bisa menikmati harga yang baik,” jelas Nurlaila.

Kementerian PU-PERA membuat kesepakatan dengan Kementerian Perindustrian dan Pusat Penelitian Karet Indonesia untuk merealisasikan penggunaan karet alam jenis crumb rubber sebagai campuran aspal. Kemenperin membantu menyediakan peralatan mesin milling karet dan masterbatch aspal karet, serta mendorong industri untuk memproduksi aspal karet. Sementara, masterbatch akan dikembangkan oleh Pusat Penelitian Karet.

Kementerian PU-PERA akan melaksanakan uji coba penerapan aspal karet dari crumb rubber skala terbatas sepanjang 100 m dan skala lapangan sepanjang 5 km, serta meneruskan penelitian untuk meningkatkan kadar karet alam dalam aspal karet. “Targetnya agar campuran karet alam dalam aspal karet mencapai 15% dari total produksi aspal,” lanjut Nurlaila.

Nurlaila menegaskan, kerja sama akan terus dilakukan agar campuran aspal dengan karet alam jenis crumb rubber dapat terlaksana. Hal ini karena lebih dari 95% produksi karet alam Indonesia adalah crumb rubber.

“Produksi karet alam Indonesia pada 2016 diperkirakan sekitar 3,1 juta ton. Oleh karena itu, industrialisasi perlu terus dikembangkan agar campuran aspal karet alam dapat diproduksi dalam skala besar,” tegas Nurlaila.

Kegiatan demo penghamparan campuran beraspal karet alam di Kabupaten Bogor tersebut disaksikan Dirjen Bina Marga, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Kementerian PU-PERA, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kemendag, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kemenperin, dan Kepala Pusat Penelitian Karet Indonesia.

Nurlaila juga mengungkapkan, sejak menembus US$ 4,61 per kg pada 2011, harga karet alam mengalami tren menurun hingga hampir mencapai US$ 1 per kg di awal 2016. Sementara itu, realisasi ekspor karet alam Indonesia ke dunia sepanjang 2011-2015 juga mengalami tren menurun sebesar 24,58%. Nilai ekspor karet alam pada Januari-September 2016 sebesar US$ 2,38 juta juga menurun 18,53% jika dibandingkan nilai ekspor pada periode yang sama tahun 2015 yang senilai US$ 2,92 juta. Adapun beberapa negara tujuan ekspor karet alam Indonesia antara lain Amerika Serikat, Jepang, Republik Rakyat Cina (RRC), India, dan Korea Selatan.

Suara.com 05/12/2016

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sumsel Target Peremajaan 1.600 ha Kebun Karet

Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menargetkan peremajaan kebun karet seluas 1.600 hektar pada tahun 2017.

Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Fachrurrozi mengatakan, target peremajaan lahan karet yang cukup tinggi itu untuk menjaga produksi pada tahun-tahun mendatang, mengingat sebagian besar tanaman karet petani sudah berusia 20 tahun ke atas.

"Pada tahun ini hanya 200 hektar, sementara tahun depan ditargetkan 1.600 hektar," katanya di Palembang, Senin (19/12).

Ia mengatakan, pemerintah sudah melakukan survei lokasi kebun rakyat yang harus diremajakan, yakni sebagian besar tersebar di Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Rawas.

Menurut Fachrurrozi, sebetulnya luasan yang masuk dalam alokasi program peremajaan karet di Sumsel masih jauh dari ideal. Ia mengatakan, perkebunan karet di Sumsel sudah banyak yang tua sehingga membutuhkan peremajaan minimal 40.000 hektar per tahun.

Selain itu pemerintah provinsi juga menaruh perhatian terhadap perbaikan mutu karet petani di Sumsel mengingat masih banyak petani yang menjual bahan olah karet (bokar) kotor. Upaya yang dilakukan yakni mendorong petani bergabung dalam unit pengolahan dan pemasaran bahan (UPPB) olah karet.

"UPPB itu merupakan gabungan kelompok tani yang nanti memiliki mutu seragam sehingga saat lelang pun harganya bisa tinggi," kata Fachrurrozi.

Kontan.co.id, 19/12/2016

-------------------------------------------------------------------------------

Yen Terus Tertekan Dolar, Karet Melejit

Harga karet melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (28/12/2016), usai berhasil rebound pada sesi perdagangan sebelumnya di tengah pelemahan kinerja yen Jepang.

Harga karet untuk pengiriman Juni 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (TOCOM), melejit 2,37% atau 6,10 poin ke 263,30 yen per kilogram (kg) pada pukul 08.41 WIB.

Sebelumnya, harga karet kontrak Juni dibuka dengan penguatan 0,93% atau 2,40 poin di posisi 259,60 yen per kg.

Pada perdagangan Selasa (27/12), harga karet mengakhiri pelemahannya dan berakhir rebound 0,67% atau 1,70 poin ke posisi 257,20.

“TOCOM dapat terdorong jika yen melemah lagi terhadap dolar AS,” ujar Jiong Gu, Analis Yutaka Shoji Co., seperti dikutip Reuters kemarin.

Sementara itu, nilai tukar yen Jepang pagi ini lanjut melemah 0,16% atau 0,19 poin ke 117,62 per dolar AS pada pukul 08.47 WIB.

Bisnis.com, 28/12/2016

-------------------------------------------------------------------------------------

Kabupaten Barito Utara Dukung Uji Coba Aspal Karet

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan dukungan dan menyambut baik adanya siaran pers Kementerian Perdagangan terkait uji coba pemanfaatan karet alam dicampur dengan aspal.

"Kami berharap adanya ujicoba itu dapat berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat di daerah ini, terutama untuk para petani karet," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelola Pasar Barito Utara (Barut) Hajranoor di Muara Teweh, Kamis (15/12).

Menurut Hajranoor, Pemerintah Indonesia mulai menerapkan kesepakatan tiga negara International Tripartite Rubber Council (ITRC).

Ujicoba pemanfaatan karet alam campuran aspal itu merupakan implementasi komitmen bersama dinyatakan 9 April 2015 Kementerian Perdagangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan dan BPPT serta didukung Asosiasi.

"Pemerintah Indonesia sepakat memanfaatkan karet alam secara masif, khususnya dalam pembangunan infrastruktur domestik yang dibiayai dengan menggunakan anggaran APBN seperti yang dilansir oleh Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Nurlaila Nur Muhammad di Jakarta tanggal 14 Desember 2016," ujarnya.

Ujicoba karet dicampur aspal untuk ruas jalan itu dilakukan sepanjang 200 meter meliputi ruas jalan Ciawi-Benda selebar 3,5 meter dengan ketebalan 4 centimeter.

Campuran aspal yang digunakan memanfaatkan jenis karet alam (lateks) sebanyak 7% dan aspal seberat 200 ton.

Perkiraan dalam ujicoba itu, penyerapan karet alam sebanyak 840 kilogram yang akan membuat jalan lebih tahan terhadap cuaca dan beban berat yang melintasi di atas badan jalan menggunakan aspal bercampuran karet alam tersebut.

Ujicoba melibatkan beberapa kementerian itu, diharapkan memberi dampak positif terhadap peningkatan penghasilan para petani karet, guna kembali bergairah dalam mengelola perkebunan karet, akibat harga karet yang anjlok dalam beberapa tahun terakhir.

"Kita harapkan harga karet di Kabupaten Barito Utara akan terus mengalami kenaikan secara signifikan seiring tingginya kebutuhan karet untuk campuran aspal," kata Hajranoor.

Antara, 15/12/2016

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tahun Depan, Sumsel Remajakan 1.600 Ha Tanaman Karet Rakyat

Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) pada 2017 akan tetap menerukan peremajaan atau replanting tanaman karet pada perkebunan rakyat. Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Fakhrurrozi, Selasa (20/12) mengtakan peremajaan tanaman karet rakyat pada 2017 akan mencakup luas tanaman karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Musi Rawas (Mura).

“Pada 2017 mendatang kita akan meneruskan program peremajaan tanaman karet yang ada. Jika pada 2016 peremajaan tanaman karet hanya seluas 200 hektar maka pada 2017 ada peningkatan luas tanamaan karet yang masuk program peremajaan seluas 1.600 hektar,” kata dia.

Dia menjelaskan, tanaman karet di Sumsel yang butuh peremajaan jumlahnya masih cukup banyak. Menurut dia, peremajaan saat ini masih jauh dari ideal. Tanaman karet di Sumsel sudah banyak yang tua, membutuhkan peremajaan minimal 40.000 ha per tahun. Fakhrurrozi juga menjelaskan, dampak dari banyak tanaman karet yang sudah berusia tua berimbas pada produktivas karet di Sumsel.

Berdasarkan data BPS yang tertulis dalam buku Provinsi Sumatra Selatan dalam Angka 2016, luas tanaman perkebunan karet rakyat yang tersebar di 17 kabupaten dan kota 1.220.928 hektar dengan produksi 1.071.452 ton. Dengan luasan tanaman karet tersebut, Provinsi Sumatera Selatan merupakan daerah penghasil karet terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 30% dari total produksi karet Indonesia.

Republika, 20/12/2016

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

AETS Diharapkan Berlanjut

Pemerintah diminta melanjutkan kebijakan pengurangan volume ekspor karet melalui mekanisme Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) mengingat jangka waktu kesepakatan yang dijalankan oleh tiga negara produsen karet besar di dunia itu bakal habis pertengahan bulan ini.

Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Azis Pane mengatakan skema tersebut sangat efektif dalam mengerek harga komoditas tersebut secara global. “Kami sedang upayakan supaya diperpanjang,” ujar dia kepada Bisnis, Jumat (2/12).

Sejak AETS diberlakukan pada Maret 2016, harga karet dunia bergerak naik dari di bawah US$1 per kilogram dan sempat menembus US$2 per kilogram. Harga yang berada di level tinggi saat ini antara lain disebabkan mulai menipisnya stok di China dan permintaan yang cukup besar dari Amerika Serikat (AS) pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS yang baru.

Banyaknya permintaan tersebut disinyalir merupakan antisipasi jika Negeri Paman Sam itu benar-benar merealisasikan kebijakan proteksionisme. Seperti diketahui, International Tripartite Rubber Council (ITRC) yang mencakup Indonesia, Malaysia, dan Thailand, sepakat mengurangi volume ekspor sebanyak 700.000 metrik ton lewat skema ini.

Dengan AETS, volume ekspor karet Tanah Air pada 2016 diperkirakan berkisar 2,45 juta-2,5 juta metrik ton atau lebih rendah dari realisasi tahun lalu yang sebesar 2,63 juta metrik ton. Vietnam, negara yang menjadi mitra strategis ITRC, juga mendapat alokasi pengurangan ekspor sebanyak 85.000 metrik ton.

Namun, alokasi pemangkasan tersebut tidak terealisasi dan akhirnya kuota itu diambil alih oleh ketiga anggota ITRC. Menurut Dekarindo, produksi karet nasional saat ini hanya sekitar 3,1 juta ton karena faktor cuaca dan petani tidak melakukan penyadapan. Tahun lalu, angkanya mencapai 3,28 juta ton.

Di sisi lahan, Indonesia hanya memiliki 3,28 juta hektar lahan karet. Luasan tersebut masih di bawah Thailand yang sudah sekitar 4,15 juta hektar. Oleh karena itu, penting melakukan replanting karena banyak pohon karet yang tidak produktif. Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Moenardji Soedargo menyerahkan keputusan terkait dengan AETS kepada pemerintah.

Akan tetapi, secara fundamental dia mengakui harga sudah lebih baik. “Boleh dikatakan ini hasil yang cukup menggembirakan atas kesepakatan bersama beberapa bulan lalu.

Harga sudah terantarkan ke kondisi fundamental,” tutur Moenardji. Pasokan yang ada disebut tidak terlalu berlimpah lagi, lebih sesuai dengan level kebutuhan global. Gapkindo meminta pemerintah tidak hanya fokus pada perdagangan luar negeri tetapi juga memperhatikan tingkat permintaan domestik.

Di luar penyerapan dari industri ban nasional, penting untuk menciptakan kebutuhan baru. “Misalnya infrastruktur. Thailand sudah lebih dulu menggunakan campuran karet di aspal. Demand creation lebih indah dibandingkan dengan kebijakan sementara,” terang dia.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengakui Indonesia terlambat melakukan replanting karet. Padahal, ada petani yang memilih menebang pohon ketika harga tertekan. “Akan tetapi, kalau dia replanting, dia bilang jaminan saya apa? Nah, sekarang kami hentikan industri. Kita tidak impor ban kecuali ban yang tidak bisa diproduksi. Kenapa? Kita harus dorong industri dalam negeri,” papar dia.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan penyerapan karet alam nasional dan berdampak terhadap naiknya harga. Terkait dengan habisnya jangka waktu AETS, Enggar mengungkapkan ITRC bakal melakukan pertemuan pada 15-16 Desember 2016 untuk membahas hal ini. Dia enggan mengungkapkan apakah Indonesia bakal meminta perpanjangan AETS atau tidak.

Serapan Domestik

Di sisi lain, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) melakukan uji coba pemanfaatan karet alam untuk campuran aspal. Uji coba tersebut dilakukan di Jl. Raya Sukabumi, Bogor, Jawa Barat pada 1 Desember 2016.

Dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Minggu (4/12), Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Nurlaila Nur Muhammad mengatakan uji coba itu adalah implementasi komitmen pemerintah memanfaatkan karet alam secara masif lewat domestic demand creation, khususnya dalam pembangunan infrastruktur domestik yang dibiayai APBN.

Pencampuran ini diklaim membuat jalan lebih tahan cuaca dan beban. Pemerintah menargetkan campuran karet alam dalam aspal karet mencapai 15% dari total produksi aspal.

Bisnis.com, 05/12/2016

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tak Terima Pabrik Karet Ditutup, PT BNM Gugat Bupati Mojokerto

PT Bumi Nusa Makmur (BNM) akan menggugat keputusan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa yang menutup paksa pabrik karet itu ke PTUN. Mereka menilai keputusan Bupati cacat hukum.

"Secepatnya kami layangkan gugatan terhadap surat keputusan bupati, dimana Bupati Mojokerto (Mustofa Kamal Pasa) sebagai tergugatnya," kata Humas PT BNM, Jesicha Yeni Susanti kepada wartawan, Jumat (9/12/2016).

Jesicha menjelaskan, gugatan perdata ke PTUN Surabaya itu ditempuh menyusul keluarnya SK Bupati Mojokerto No 188.45/792/HK/416-012/2016 tentang Pencabutan SK Bupati No 188.45/1380/HK/416-012/2008 tentang Izin Gangguan Pendirian Perusahaan Industri Karet dan Plastik serta Barang-barang dari Karet dan Plastik PT BNM. SK ini mencabut izin HO PT BNM sekaligus melarang pabrik karet itu untuk berproduksi.

Menurut dia, SK Bupati tertanggal 8 Desember 2016 itu cacat hukum. Mengacu pada ayat (2) Pasal 16 Permendagri No 27 Tahun 2009 yang diubah dalam Permendagri No 22 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan Izin Gangguan (HO) di Daerah, kata dia, PT BNM sebagai pelaku usaha tak wajib mengajukan perubahan izin jika ingin melakukan perluasan industri dari 2,8 hektar menjadi 3,5 hektar.

"Setelah diterbitkan izin usaha industri, pelaku usaha tak wajib mengajukan permohonan perubahan izin. Kami sudah mengantongi izin usaha industri yang dikeluarkan BPTPM (Badan Perizinan Kabupaten Mojokerto) 8 Mei 2015. Itu berlaku lima tahun. Sehingga tak ada alasan Bupati menutup usaha kami," ujarnya.

Itu artinya, lanjut Jesicha, PT BNM tak perlu lagi melengkapi syarat persetujuan dari Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Medali untuk mengajukan perpanjangan izin HO. Karena hanya izin gangguan yang hari ini habis masa berlakunya.

"Keputusan Bupati terburu-buru, larangan beroperasi kontradiksi dengan izin yang kami pegang," terangnya.

Di lain sisi, menurut Jesicha, PT BNM tengah berusaha mengatasi persoalan utama yang menjadi keluhan warga, yakni bau tak sedap. "Kami garansi bau tak sedap akan berkurang. Kami terus berbenah. Kami akan buka call center untuk evaluasi bau melibatkan masyarakat," cetusnya.

Oleh sebab itu, tambah Jesicha, PT BNM tak akan melaksanakan SK Bupati yang mengharuskan pabrik karet menghentikan produksi. Pihaknya berharap Satpol PP tak arogan dengan memidanakan PT BNM lantaran tetap beroperasi.

"Kami tetap beroperasi karena kami kantongi izin yang lain. Kami akan koordinasi dengan Pemkab Mojokerto. Ketika dalam proses gugatan di PTUN, maka tak boleh ada upaya hukum dari pihak mana pun," tandasnya.

Sementara Kepala Bagian Hukum Setdakab Mojokerto, Nugraha Budi Sulistya menyatakan siap menghadapi gugatan perdata dari PT BNM. Menurut dia, SK penutupan pabrik karet yang dikeluarkan Bupati sudah melalui kajian teknis dan hukum yang cermat.

"Tentunya sampai posisi itu kami yakin SK ini SK yang klir. Artinya, semuanya untuk meminimalisir gugatan itu. Insya Allah tidak ada celah hukum," ujarnya.

Detik.com, 09/12/2016

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2017, Momentum Jambi Membangkitkan Karet

Pertumbuhan ekonomi Jambi di tahun ‘ayam api’ ini diprediksi akan semakin baik. apalagi jika mengingat pulihnya produktivitas sebagian komoditas di sektor pertanian, kehutanan, perkebunan dan kehutanan di provinsi ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Jambi, laju pertumbuhan tahunan Jambi pada kuartal IV 2016 diperkirakan berada pada kisaran 4,6% - 5% (yoy) dan menjadi pertumbuhan ekonomi triwulan yang tertinggi selama tahun 2016.

Lebih jauh, karet menjadi salah satu tantangan sekaligus indikator sub sektor perkebunan Jambi. Kinerja pada komoditas karet masih belum menunjukkan perbaikan. Harga rata-rata bahan olah karet rakyat atau bokar di Jambi pada kuartal II hingga kuartal III 2016 mengalami penurunan sebesar 7,80%. Tren ini sejalan dengan penurunan harga karet di tingkat internasional yang mencapai 6,52% (yoy).

Menurunnya kinerja sub sektor perkebunan karet ini sebagai dampak dari kebijakan agreed export tonnage scheme (AETS) oleh International Rubber Council (IRTC).

Mengantisipasi masalah ini, Pemprov Jambi telah mengkaji skema pemberian modal kepada badan usaha milik daeah (BUMD) untuk 2017.

BUMD yang bergerak di bidang perkebunan karet dibantu dengan intervensi pasar. Peningkatan harga karet di Jambi ini didukung melalui sistem pengolahan karet sit angin yang akan dikerjasamakan dengan pengusaha asal Medan dan Bandung. Sistem ini dianggap menguntungkan. Pasalnya, per kilogramnya karet bisa dihargai Rp 17.000 hingga Rp 25.000.

Hanya saja, saat ini pengolahan sistem ini belum banyak dilakukan petani. Selain karena masih terbatasnya pengetahuan masyarakat tentangsistem itu, juga tidak tersedianya alat untuk mengolahnya.

Ketua Pakar Tim Ahli Ekonomi Jambi, Pantun Bukit mengatakan, untuk menggalakkan sistem pengolahan karet sit angin pada masyarakat Jambi, Pemprov akan mendanai 17 sentra kelompok petani karet di desa Muhajjirin pada tahun ini. Desa ini menjadi desa percontohan.

Sementara itu, Pemprov akan terus mendata badan usaha milik desa atau BUMDes yang tersebaar di kabupaten dan kota sentra produksi karet untuk diberi pengathuan dan pendanaan dalam mengembangkan karet sistem sit angin ini.

“Kami sudah dapat berapa rincian dana yang kita butuhkan, sosialisasinya seperti apa, nanti akan dibahas bersama bupati walikota. Pada 2017 ini mulai kita terapkan,” ujar Pantun.

Optimisme di perkebunan Jambi juga diupayakan untuk komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Produktivitas sawit, misalnya, sudah diprediksi meningkat pasca masa awal 2016 lalu disusul dengan tingginya permintaan CPO global.

Di samping itu, prospek positif didukung kebijakan pemerintah yang menggalakkan pemakaian bahan bakar nabati seperti kebijakan B15 dan B20 di Indonesia dan B20 di Malaysia. Kebijakan-kebijakan ini diprediksi akan turut mendorong meningkatnya permintaan CPO domestik.

Bisnis Indonesia.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dollar, Saham Membukukan Gain Tahunan, Minyak Bumi Pemenang Terbesar

Mata uang dollar AS, minyak bumi dan saham AS diperdagangkan dalam volume yang tidak begitu besar pada Jumat, 30 Desember menjelang hari libur pada hari terakhir perdagangan tahun 2016. Namun demikian, sesi perdagangan hari terakhir itu ditutup dengan perolehan gain yang cukup besar tahun ini.

Dollar AS membukukan gain selama empat tahun berturut-turut terhadap sekelomppok mata uang utama dunia, sedangkan harga minyak bumi mencapai gain tahunan terbesar sejak 2009.

Pasar global secara mengejutkan memperlihatkan perkembangan yang cukup baik selama tahun 2016 yang ditandai dengan berbagai kejutan politik termasuk keputusan masyarakat Inggris untuk keluar dari Uni Eropa pada bulan Juni dan hasil pemilu presiden AS yang diluar dugaan dengan terpilihnya Donald Trump pada bulan Nopember.

Indeks global MSCI, .MIWD00000PUS, yang memantau saham-saham di 46 negara, naik 5,6% selama tahun 2016, kinerja terbaik dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Pada Jumat, indeks tersebut sempat turun 0,04% akibat melemahnya Wall Street yang memakan gain sebelumnya di Asia dan Eropa.

Saham-saham AS melemah, terseret oleh Apple Inc (AAPL.O) dan saham-saham perusahaan besar di bidang teknologi, dan index S&P 500.SPX ditutup melemah selama tiga sesi berturut-turut.

Dow Jones Industrial Average .DJI turun 57,18 poin, atau 0,29% dan ditutup pada 19.762,6, S&P500 .SPX melemah 10,43 poin, atau 0,46% dan ditutup pada 2.238.83 serta Nasdaq Composite .IXIC jatuh 48.97 poin atau 0,9% dan berakhir di level 5.383,12.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,3%. Namun untuk keseluruhan tahun indeks tersebut turun 1,2% yang merupakan penurunan tahunan pertama dalam kurun waktu lima tahun.

Indeks dollar .DXY yang membandingkan dollar AS terhadap enam mata uang utama dunia, membukukan gain 3,7% sepanjang tahun 2016, walaupun euro sempat naik hampir dua sen dalam perdagangan overnight ke level $1,0651, tertinggi sejak 14 Desember.

Dollar AS cenderung terus bergerak naik sejak pengumuman hasil pemilihan presiden AS tanggal 8 Nopember sehubungan dengan munculnya ekpektasi bahwa Presiden terpilih Donald Trump berencana untuk mendorong stimulus fiskal yang diperkirakan akan menguntungkan mata uang dollar AS. Kemungkinan Federal Reserve mempercepat pengumuman kenaikan tingkat suku bunga AS tahun 2017 juga akan membantu menguatnya mata uang dollar AS.

Namun, tetap saja, banyak pertanyaan yang dilontarkan mengenai seberapa besar apresiasi mata uang dollar AS yang masih bisa ditolerir oleh Gedung Putih di bawah pemerintahan Trump.

“Hal itu sangat tergantung kepada bagaimana langkah-langkah yang diambil pemerintahan Trump dan apa yang terjadi dalam perekonomian Cina,” kata Marshall Gittler, kepala analis pasar pialang ritel FX Primus.

Harga minyak bumi bergerak sedikit pada Jumat, namun komoditi tersebut membukukan gain tahunan terbesar dalam tujuh tahun terakhir ini setelah OPEC dan negara-negara produsen utama lainnya sepakat untuk memangkas produksi dalam upaya mengurangi pasokan global yang telah mengakibatkan tertekannya harga selama dua tahun.

Minyak mentah Brent naik 52% tahun ini dan WTI naik sekitar 45%. Pada Jumat minyak mentah Brent LCOc1 ditutup melemah 3 sen atau 0,05% pada level $56,82 per barrel, dan minyak mentah AS CLc1 ditutup melemah 5 sen atau 0,09% pada level $53,72 per barrel.

Yield obligasi pemerintah AS ditutup lebih rendah dalam sesi terakhir, menandai penurunan tiga hari secara berturut-turut dan menutup perdagangan kuartal keempat yang lebih rendah untuk menyempurnakan kejutan tahun ini.

Obligasi pemerintah memperlihatkan kinerja fixed-income asset terburuk tahun ini dengan margin yang lebar, dan mengakibatkan penurunan kinerja bagi investment grade AS serta tingginya yield obligasi korporat dan sekuritas perumahan yang didukung federal.

Para analis mengatakan penjualan besar-besaran obligasi pada kuartal keempat tahun ini disebabkan terutama oleh kemenangan Donlad Trump dalam pemilihan presiden AS, dan adanya ekpektasi tentang kebijakan fiskal yang lebih longar serta akan naiknya tingkat suku bunga yang mengacu kepada janji-janji kampanye Trump yang akan meningkatkan belanja infrastruktur dan pemangkasan pajak.

Harga obligasi acuan pemerintah yang jatuh tempo dalam 10 tahun US10YT=RR naik 8/32 dengan yield 2,446%.

Logam mulia memperlihatkan kinerja yang menguat tahun ini dimana emas XAU= naik 8,5% mengakhiri penurunan selama tiga tahun berturut-turut. Palladium XPD= memperlihatkan kinerja terbaik selama tahun 2016 yang naik 21% sepanjang tahun.

Reuters, 30/12/2016

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

ITRC Dorong Skema Manajemen Pasok

Negara-negara International Tripartite Rubber Council (ITRC) mendorong gerakan penanaman kembali dan peningkatan penggunaan karet di masing-masing negara anggota sejalan dengan berakhirnya jangka waktu skema pembatasan ekspor karet.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementeriaan Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo mengatakan jadwal pertemuan antarnegara anggota ITRC , yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand masih belum ditentukan.

Dia mengungkapkan belum ada kesepakatan antarketiga negara tersebut untuk melanjutkan Agreed Export Tonnage Scheme (AETS).

Skema tersebut telah habis masa berlakunya pada Desember 2016. “Sementara itu, kita dorong Supply Management Scheme ( replanting dan peningkatan penggunaan karet di masing-masing negara), mengefektifkan rubber regional market, dan mengundang Vietnam untuk ebrgabung,” ujar Iman kepada Bisnis, Kamis (5/1).

Vietnam, salah satu negara produsen karet utama dunia memang belum bergabung dengan ITRC dan saat ini statusnya masih sebagai mitra strategis.

AETS diberlakukan sejak Maret 2016 untuk mengangkat harga karet global yang sempat jatuh hingga dibwah US$ 1 per kilogram. Skema tersebut diklaim berhasil mengerek harga sampai menembus level US$ 2 per kilogram.

Tiga anggota ITRC sepakat mengurangi volume ekspor sebanyak 700.000 metrik ton lewat skema ini. Vietnam juga mendapat alokasi pengurangan ekspor 85.000 meterik ton, tapi tidak terealisasi. Kuota tersebut pun diambil alih oleh Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Adapun Indoensia suadh mulai memanfaatkan karet sebagai campuran aspal sebgi salah satu upaya pemerintah mendorong penggunaan karet alam secara massif lewat penciptaan permintan di pasar domestik, khususnya di sektor infrastruktur. Ujicoba telah dilakukan pada Desember 2016.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Moenardji Soedargo menyatakan pihaknya tidak menyarankan pemerintah untuk memperpanjang AETS. Alasannya, pembatasan ekspor merupakan terapi sementara untuk mendorong kenaikan harga.

Dengan posisi harga yang sudah jauh lebih baik saat ini, maka strategi tersebut dinilai tidak perlu diperpanjang untuk sementara.

“Harag sekarang sudah mencerminkan fundamentalnya. Kondisi pasar sekarang lebih sehat. Kalau market tidak sehat lagi, baru kita pikirkan langkah yang baru,” terang dia.

Data Bloomberg menunjukkan harga karet dunia berada di kisaran 275 yen per kilogram atau sekitar US$ 2,37 per kilogram lebih tinggi dari setahun sebelumnya 156,6 yen per kilogram. Gapkindo mengaku belum memeproleh informasi terbaru dari pemerintah terkait AETS.

Replanting Karet

Alias replanting disebut menjadi jalan keluar untuk meningkatkan produksi karet secara berkelanjutan. Sebab, pohon karet yang ada di Indonesia sebagian besar sudah berusia tua dan tidak lagi produktif.

Moenardji memperkirakan ekspor tahun ini tidak akan banyak berubah dari realisasi 2016 yang diperkirakan sebanyak 2,45 juta – 2,5 juta metric ton. Selain faktor usia pohon, banyak petani karet yang telah memangkas pohonnya ketika harga jatuh tahun lalu.

“Dengan perkembangan cuaca sekarang yang hujan, produksi juga belum bisa meningkat signifikan . Paling banyak ekspor naik 5%,” kata dia.

KetuaUmum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Azis Pane juga menekankan pentingnya replanting. Apalagi Kamboja, Laos dan Myanmar sudah mulai mengejar produksi. “Pembeli kita paling besar China. Tiga negara itu lebih dekat dengan China, transportasi gampang.”

Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru AS juga dikhwatirkan menghambat kienrja ekspor ke Negeri Paman Sam. Berdasarkan cacatan Kemendag, ekspor karet alam dillakukan ke AS, Jepang, China, India dan Korsel.

Bisnis Indonesia, 06/01/2017

--------------------------------------------------------

email Cetak PDF